dee.writing

me try to write

Buku, minat baca, harga. Perpustakaan umum.

Saya termasuk salah satu penggemar buku, tapi bukan anggota klub penggemar buku manapun :) dan beranggaran cukup besar untuk membeli buku, sekaligus mengisi rak-rak buku yang masih kosong :D
Adalah memprihatinkan dan mengkhawatirkan karena walaupun dana perbulan sudah saya naikkan, namun buku yang saya peroleh makin sedikit !
Sebabnya ? Cuma satu hal: harga buku semakin tinggi.

Dan adalah sangat menyedihkan karena beberapa pejabat terkait pendidikan mengeluarkan pernyataan yang kira-kira: “Menyedihkan, minat membaca generasi mudah sekarang sangat kecil !”
Itu kalimat yang sungguh-sungguh sangat tidak pantas diucapkan oleh pejabat negara yang konon merupakan pelayan publik (well, public servant, isn’t it ?) tanpa dasar yang cukup kuat.
Apakah ada survei ? Rasanya belum pernah ada.

Kenyataan yang ada, buku (atau majalah atau cetakan lainnya) itu sangat-sangat mahal.

Sebagai gambaran, sebuah buku cerita yang kira-kira 3-6 bulan lalu berharga Rp. 15ribu, sekarang menjadi Rp.20ribu. Hanya maniak buku atau yang uangnya berkelebihan yang akan membeli buku.

Kalau tidak ada uang untuk membeli buku, kenapa tidak ke Perpustakaan Umum saja ?
What ? Perpustakaan Umum ?
Secara de-facto, dengan polling ala kadarnya yang saya buat, dari 10 orang yang saya kenal, tak satupun yang pernah ke Perpustakaan Umum apalagi jadi anggotanya…
Mungkin kalau sampling saya 1000 orang baru tampak prosentasenya.

Di Indonesia, Perpustakaan Umum sangat tidak populer.
Saya pernah menjadi satu anggota Perpustakaan Umum, well, susah mencari buku yang berumur kira-kira 6 bulan terakhir…

Omong-omong, anda pernah ke Perpustakaan Umum ?

*) Perpustakaan Umum yang saya maksud adalah Perpustakaan Umum Daerah, berarti milik negara, dan bukannya tempat sewa novel dan komik.

Tagged as: ,

Leave a Response